INDRAGIRI HULU — Layanan kesehatan preventif kembali mendapat sorotan positif di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, perangkat desa, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan UIN, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis sukses digelar di Dusun Sei Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Rabu (12/8/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, lokasi kegiatan sudah dipadati warga. Meski demikian, kepadatan tetap terkendali berkat sistem antrean terstruktur yang diatur langsung oleh para mahasiswa.
Fokus layanan kali ini tidak hanya mengecek tekanan darah, tetapi juga mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gula darah, hingga skrining batuk serta riwayat merokok. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka morbiditas di wilayah yang memiliki akses terbatas ke rumah sakit.
Tingginya antusiasme, terutama dari kalangan ibu rumah tangga dan lansia, menunjukkan masih adanya kesenjangan akses terhadap fasilitas kesehatan dasar (primary healthcare) di Kecamatan Siberida. Selama ini, biaya transportasi dan jarak tempuh sering kali menjadi hambatan bagi warga untuk melakukan pemeriksaan rutin. Kehadiran layanan gratis langsung di tingkat RW ini pun dinilai sangat efektif menjembatani kendala tersebut.
Dari sudut pandang akademis, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak sekadar membantu urusan administratif, melainkan tampil sebagai agen edukasi. Mereka mengedukasi warga agar mengubah pola pikir dari “berobat saat sakit” menjadi “menjaga kesehatan secara berkala”, sekaligus memberikan penyuluhan tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar.
Kolaborasi apik antara kelompok KKN UMRI (RW 10 dan 11) serta mahasiswa UIN menciptakan efisiensi pembagian tugas di lapangan—mulai dari pendataan medis hingga memberikan pendampingan khusus bagi lansia.
Keberhasilan aksi sosial di Dusun Sei Arang ini diharapkan bisa menjadi pilot project bagi kelurahan lain di Inhu. Pemerintah daerah melalui dinas terkait dipandang perlu mengadopsi model pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi kampus ini sebagai agenda penunjang kesehatan yang berkelanjutan.
Ke depan, data identitas dan riwayat kesehatan yang dihimpun oleh mahasiswa juga akan diserahkan kepada Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat. Data tersebut sangat berguna untuk memetakan masalah kesehatan prioritas di wilayah tersebut.
Berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga siang hari, kegiatan ini meninggalkan pesan penting bahwa investasi kesehatan preventif tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Cukup dimulai dari niat baik, data yang valid, serta kolaborasi lintas sektoral yang solid antara dunia pendidikan dan pemerintah.
Universitas Muhammadiyah Riau
Kelompok 146 KKN UMRI 2026












