Mahasiswa KKN 118 Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Edukasi Stop Bullying di SDN 001 Desa Gunung Sahilan

Gunung Sahilan, Kampar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 118 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Desa Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, melaksanakan kegiatan Edukasi Stop Bullying di SDN 001 Desa Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

​Kegiatan tersebut mengangkat tema ”Pertemanan Nyaman Tanpa Perundungan” dengan subtema “Kenali, Cegah, dan Lawan Perundungan”. Edukasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN 118 terhadap pentingnya menanamkan pemahaman mengenai bullying atau perundungan sejak usia sekolah dasar.

​Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pengertian bullying, mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampak yang dapat ditimbulkan, serta mengajarkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

​Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Erika Anggraini Indah Srihastuti (NIM 230402126) selaku pembawa acara (MC). Setelah pembukaan, para siswa diajak mengikuti rangkaian kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif agar materi mengenai bullying dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh peserta didik.

​Penyampaian materi edukasi mengenai bullying dilakukan oleh tiga mahasiswa KKN 118 UMRI, yaitu Rizki Ananda Putri Lahay (NIM 230701060), Alfara Navizha Caniana Sarlata (NIM 230802008), dan Muhammad Haikal (NIM 230501056).

​Dalam penyampaian materi, para siswa diperkenalkan dengan pengertian bullying serta berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan, ejekan, penghinaan, pengucilan, maupun tindakan lain yang dapat membuat seseorang merasa takut, sedih, tertekan, atau tersakiti.

​Melalui tema ”Pertemanan Nyaman Tanpa Perundungan”, mahasiswa KKN 118 mengajak para siswa untuk memahami bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk belajar serta berteman. Setiap siswa memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik dan dihargai tanpa memandang perbedaan karakter, kemampuan, maupun latar belakang.

​Pada bagian ”Kenali, Cegah, dan Lawan Perundungan”, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perilaku yang termasuk bullying. Para siswa juga diajak untuk tidak menjadi pelaku, tidak ikut-ikutan ketika melihat tindakan perundungan, serta berani mencari bantuan dan melaporkan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying.

​Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas dengan aktivitas ice breaking berupa nyanyian yang disertai gerakan agar suasana edukasi menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Kegiatan ice breaking tersebut dipandu oleh Vio Ayu Agustin Simatupang (NIM 230205198), Pemri Arsyi (NIM 230302036), dan Annisa Fitri Dewianti (NIM 230603009).

​Melalui nyanyian dan gerakan yang seru serta menarik, para siswa diajak untuk aktif bergerak dan berpartisipasi bersama. Aktivitas tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan para siswa sehingga pesan edukasi mengenai pertemanan yang sehat dan bebas dari bullying dapat lebih mudah diterima.

​Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti penyampaian materi, berpartisipasi dalam kegiatan ice breaking, serta menunjukkan respons positif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pendekatan edukasi yang dipadukan dengan aktivitas interaktif diharapkan dapat membantu siswa memahami pesan yang disampaikan secara lebih sederhana dan menyenangkan.

​Mahasiswa KKN 118 UMRI berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada para siswa SDN 001 Desa Gunung Sahilan mengenai pentingnya saling menghormati, menyayangi, menghargai, dan menjaga perasaan teman. Para siswa juga diharapkan mampu membangun pertemanan yang sehat serta berani mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekitar.

​Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN 118 Universitas Muhammadiyah Riau dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah bagi anak, serta bebas dari perundungan. Melalui edukasi sejak dini, mahasiswa berharap nilai-nilai persahabatan, empati, kepedulian, dan keberanian untuk menolak bullying dapat tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi Universitas Muhammadiyah Riau

​Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), masyarakat dan calon mahasiswa dapat mengakses laman:

​Pendaftaran Universitas Muhammadiyah Riau: https://daftar.umri.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP