KAMPAR || Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 137 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 2026 sukses menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar pelepah sawit di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kampar, Sabtu (29/8). Kegiatan ini menjadi terobosan baru dalam menyulap limbah perkebunan yang melimpah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan yang berpusat pada pemanfaatan potensi lokal ini menyasar masyarakat desa, khususnya kelompok ibu-ibu. Selama kegiatan, para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi dibimbing oleh mahasiswa KKN UMRI.
Tahapan pembuatan diawali dari pengolahan bahan dasar pelepah sawit, teknik pencampuran materi lilin, penambahan minyak aromaterapi (essential oil), pemasangan sumbu yang tepat, hingga proses akhir pencetakan produk.

“Pelepah kelapa sawit sengaja dipilih karena merupakan komoditas utama dan limbahnya sangat banyak ditemukan di sekitar Desa Tanjung Sawit. Kami ingin memperkenalkan alternatif pengolahan limbah agar tidak terbuang percuma, melainkan bisa menjadi produk kreatif yang punya nilai jual,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa KKN UMRI.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa UMRI berharap dapat memantik kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan limbah perkebunan. Selain itu, produk lilin aromaterapi ini dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan sebagai produk dekorasi atau pengharum ruangan, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai sektor UMKM baru di tingkat desa.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara yang berlangsung interaktif tersebut. Pihak mahasiswa KKN UMRI berharap keterampilan yang telah dibagikan tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Tanjung Sawit sebagai peluang usaha yang berkelanjutan demi mendongkrak ekonomi keluarga.
Sumber: Kelompok 137 KKN 2026 Universitas Muhammadiyah Riau https://umri.ac.id












